OPOPJABAR2019 : Mimpi Santri Yang Bersambut

www.NengHujan.com – Bertahun lalu, saya bersama dengan Komunitas Relawan Sedekah yang saya dirikan untuk melaksanakan berbagai kegiatan sosial di Bandung, mendampingi dan membina sebuah Pesantren di daerah Cililin, Jawa Barat. Sebuah Pesantren tradisional yang saat itu kondisinya masih jauh dari kata layak. Meski demikian, pengurusnya berjuang membiayai dan mendidik sekitar 50 orang anak Yatim Dhuafa di sana, dan menyekolahkan mereka tanpa memungut biaya sepeser pun.

Darimana mereka mendapatkan uang/materi untuk membiayai kebutuhan operasional dan para santri sekaligus yang jumlahnya pasti tidak kecil itu, sementara pengurusnya hanya memiliki penghasilan minim dari hasil kerjanya sebagai guru dan dosen honorer? Mereka mendapatkan tambahan dari berjualan makanan kecil yang dititipkan di warung-warung sekitar, juga dari pada donatur yang Alhamdulillah selalu menitipkan langsung setiap bulannya baik lewat saya dan relawan sedekah, atau langsung melalui Ustadz pengurusnya. 

Produk Pesantren yang akhirnya lolos dalam OPOP Jabar 2019

Akhirnya, saya mendapat info dari seorang sahabat, bahwa Kang Emil, Demikian Gubernur Jawa Barat yang bernama asli Ridwan Kamil biasa disapa, tahun ini memiliki program One Pesantren One Product. Kontan saja, saya meneruskan informasi itu ke Pengurus Pesantren. Terakhir saya dengar, akhirnya mereka mengikuti seleksinya dan masuk menjadi bagian dari OPOP 2019.

Alhamdulillah, kami dari Relawan Sedekah sangat gembira mendengarnya. Meskipun ketika saat itu tiba, kami sudah tidak membina pesantren tersebut lagi, namun saya dan teman-teman bangga bisa menjadi bagian dan saksi ketika seluruh pesantren yang lolos diundang ke Trans Hotel Bandung untuk mengikuti temu bisnis sekaligus menandatangani kontrak dan bisa bertemu langsung dengan Kang Emil.

One Pesantren One Product atau disingkat OPOP adalah salah satu dari 17 program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat masa jabatan 2018-2023 yang disebut program “Pesantren Juara”. Dengan dilandasi payung hukum Pergub Nomor 24 Tahun 2019 Tentang One Pesantren One Product.

Sebagian besar pesantren di Jawa Barat belum mampu mandiri secara ekonomi untuk membiayai kebutuhan operasional maupun pengembangan sarana dan prasarana pesantren. Oleh karena itu Program OPOP bertujuan untuk menciptakan, mengembangkan, dan memasarkan produk yang dihasilkan oleh setiap pesantren di Daerah Provinsi yang dapat mewujudkan kemandirian pesantren.

Program ini pun dimaksudkan untuk mewujudkan upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan umat di lingkungan Pesantren dalam menumbuh-kembangkan ekonomi Pesantren.

Seperti yang dilansir dari Press Release yang dibagikan saat event Temu Bisnis dilangsungkan kemarin, 3 September 2019, Tujuan OPOP adalah:

  1. Peningkatan nilai Indeks Pembangunan Manusia (Daya Beli) 2.
  2. Tercapainya SDGs No. 8 (Decent Work and Economic Growth)
  3. Mewujudkan pesantren yang mempunyai usaha yang mandiri, berkelanjutan dalam jangka panjang, menghasilkan manfaat ekonomi bagi Pesantren dan lingkungan masyarakat;
  4. Menumbuhkembangkan kewirausahaan di lingkungan Pesantren.
  5. Mengembangkan kolaborasi melalui kegiatan antar usaha Pesantren dan antara usaha Pesantren dengan badan usaha lainnya.

Tujuan Jangka Pendek:
OPOP menciptakan pesantren unggulan di Jawa Barat di Bidang Bisnis, dan Kemandirian Ekonomi.

Tujuan Jangka Menengah:
OPOP Mendorong seluruh pesantren di Jawa Barat memiliki produk unggulan dan memiliki komunitas bisnis sehingga menciptakan kemandirian ekonomi ummat.

Tujuan Jangka Panjang:
1. Masyarakat Jawa Barat merasakan kemajuan dan kemandirian ekonomi Jawa Barat yang berasal dari Pesantren.
2. Program OPOP berjalan untuk 5 tahun ke depan (2018-2019) dan setiap tahunnya ditargetkan 1000 pondok pesantren mengikuti kegiatan OPOP, sehingga akan tercapai 5000 pondok pesantren yang akan tercatat mengikuti program kegiatan ini.

Temu Bisnis
OPOP saat ini telah memasuki tahap Temu Bisnis dan simbolis penyerahan hadiah oleh Gubernur untuk semua pesantren yang lolos audisi tahap 1 tingkat kecamatan yang bertempat di Hotel IBIS TSM, Bandung pada tanggal 2-3 September 2019 mendatang.

Temu bisnis dimaksud mempertemukan antara pihak Pondok Pesantren dengan para pengusaha dan brand-brand terkenal tanah air dalam menciptakan iklim kolaborasi usaha. Brand-brand tersebut antara lain; ShafCo, TransMart, Aprindo, Pegadaian, Bio Farma, Tokopedia, Gakopsyah, Kadin, Best Brand, Yogya, Belibu, Ran, PT. Inti, BJB Sy, BukaLapak, Asephi, Sindangreret, Ampera, Hisana, Inagri, Superindo, Pindad, Kunafe, Floating Market, BNI Sy, Kartika sari, Angkasa Pura, ICSB, Amanda, Chocodot, Primarasa, Asabri, Blibli, GDAS, Len dan Telkom.

Suasana Hari Pertama Temu Bisnis OPOP 2019


Ini Lho Produk Pesantren Binaan Kami Dulu
Kami Sangat Antusias Melihat-lihat Produk yang Dipamerkan. Keren!

Alhamdulillah, Semoga Program OPOP ini bisa berlanjut dan lebih banyak pesantren lagi dapat dibantu. Terdekat, program OPOP akan mempertemukan ponpes dengan pengusaha dan sejumlah perusahaan demi menciptakan iklim kolaborasi usaha. Perusahaan yang dimaksud di antaranya BukaLapak, Blibli, Telkom, dan Angkasa Pura. Kang Emil memaparkan, Sampai saat ini sudah mengantongi 40 off takers. Mimpinya adalah ekonomi Jabar yang besar yang titik simpulnya di Pesantren.

Aamiin, Aamiin Allahumma Aamiin

About LygiaPecanduhujan

Check Also

Saatnya Menjadi Generasi 4G Yang Positif : Saya Bisa, Kamu?

Saya terlahir sebagai generasi X, yaitu generasi revolusioner yang terlahir pada akhir tahun 1960-an hingga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *