www.nenghujan.com – Kebiasaan Kencing atau Pipis sembarangan, faktanya masih sangat banyak ditemukan di berbagai belahan dunia. Tak hanya di Indonesia, bahkan Amsterdam, India, Amerika, Jerman hingga Inggris pun memiliki masalah yang sama.


Sebagian orang menganggap hal ini sebagai sesuatu yang sepele. “Ah, mending pipis sembarangan daripada nahan buang air kecil. Bisa jadi penyakit!”, demikian mungkin yang dipikirkan oleh banyak orang yang melakukannya. Padahal kami yakin, bahwa sesungguhnya mereka yang sering atau suka pipis sembarangan ini sangat tahu betul dampak yang diakibatkan dari hal yang mereka anggap sepele ini.


Pipis sembarangan menjadi salah satu poin yang menjadi perhatian banyak pemerintah di dunia terhadap warganya. Betapa tidak, kegiatan pipis sembarangan ini dilakukan oleh masyarakat tidak hanya di tempat-tempat tersembunyi melainkan juga terkadang di sembarang tempat yang justru itu menjadi tempat yang biasa disinggahi banyak orang. Misalnya di Taman-taman, Halte, Stasiun, Terminal, hingga ke Jalan Raya. Hayo, siapa di antara kita yang pernah dengan sengaja pipis di dalam kolam renang saat sedang berenang?


Akibat dari kebiasaan ini, banyak tempat di sudut-sudut kota besar yang menjadi bau pesing. Bikin orang mual dan malas melewatinya. Di Indonesia sendiri, pemerintah sudah berupaya untuk menghilangkan kebiasaan warganya ini dengan menerbitkan banyak peraturan perundang-undangan, sehingga bagi siapa saja yang kedapatan pipis sembarangan di manapun bisa dikenai hukuman.


Sebagai contoh di Jakarta terdapat dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Perda DKI Jakarta 8/2007”) dan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 221 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Pergub DKI Jakarta 221/2009”).


Selain itu dalam Pergub DKI Jakarta 221/2009 juga diatur bahwa dilarang membuang air besar dan/atau kecil di jalan, jalur hijau, taman, sungai dan saluran air. Perbuatan tersebut dikategorikan sebagai salah satu tindak pidana pelanggaran dan/atau kejahatan terhadap tertib lingkungan.
Selain Jakarta, contoh lain bisa kita lihat di Bandung. Mengenai buang air kecil sembarangan ini juga diatur pada Pasal 37 huruf j Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (“Perda Bandung 3/2005”) berbunyi:

“Dalam rangka mewujudkan ketertiban di daerah milik jalan, fasilitas umum dan jalur hijau di Daerah, setiap Orang, Badan Hukum dan/atau Perkumpulan, dilarang:”
j. buang air besar (hajat besar) dan hajat kecil di jalan, jalur hijau, taman, selokan, tempat umum kecuali di MCK;
Dst.


Namun, seperti yang kita tahu bersama, masyarakat kita memiliki kecenderungan untuk berprilaku melawan peraturan terutama yang berkaitan dengan larang-melarang. Makin dilarang, makin semangat kita untuk melanggarnya. Betul tidak?


Demi alasan kebelet kencing, daripada sakit kandung kemih, kita seringkali terpaksa memutuskan untuk buang air kecil di balik pepohonan atau rimbunan semak. Dan ini dilakukan tidak hanya oleh laki-laki melainkan juga oleh perempuan. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah tidak ada solusi lain selain terpaksa harus kencing/pipis sembarangan di mana saja tanpa lihat tempat? Apakah segala aturan yang sudah diberlakukan oleh pemerintah agar lingkungannya menjadi bersih dan tidak berbau pesing tidak membuat warganya gentar dan akhirnya kapok untuk pipis sembarangan?


Apakah, kebiasaan pipis sembarangan ini tidak berbahaya untuk jangka Panjang, terutama di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini?
Atas dasar kegelisahan itulah, maka kami akhirnya memutuskan untuk membuat gerakan #JanganPipisSembarangan ini dan menjadikannya sebagai sebuah social campaign. Di mana, kami ingin mengajak teman-teman semua untuk sama-sama berpikir dan mengupayakan bagaimana caranya agar lebih banyak masyarakat yang tahu bahwa kencing/pipis sembarangan ini dapat merugikan banyak pihak dan pada akhirnya membuat pelakunya malu dan jera.


Karena itulah, Komunitas Jangan Pipis Sembarangan (JPS) ini akhirnya dibentuk di Bandung pada pertengahan tahun 2020. Kami ingin mengajak seluruh warga untuk peduli pada lingkungan di mana kita hidup. Karena kami yakin, setiap warga masyarakat di berbagai belahan dunia berhak mendapatkan udara segar.


Sebagai langkah awal berdirinya Komunitas ini, Founder Komunitas Jangan Pipis Sembarangan – Kang Ivan Nisero- melaunching sebuah single lagu yang akhirnya dijadikan jingle dari Komunitas JPS. Lagu yang berjudul Jangan Pipis Sembarangan ini mengandung lirik berupa ajakan agar orang tidak pipis sembarangan. Lagu ini dilaunching video liriknya di Youtube pada hari yang sama dengan launchingnya social campaign #JanganPipisSembarangan.


Harapan kami, banyak orang yang akhirnya mau bergabung bersama kami dan pemerintah untuk bersama-sama mencari solusi terbaik yang solutif guna kepentingan kita semua.


Sebagai tambahan, ke depannya kami akan mengadakan beberapa kegiatan komunitas yang bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan solusi kepada masyarakat luas tentang pentinganya menahan diri untuk tidak buang air kecil di sembarang tempat dan betapa hal yang dianggap sepele seperti itu ternyata berdampak merugikan bagi warga masyarakat sekitar tempat tersebut. Kegiatan tersebut kami rancang untuk menjangkau langsung ke tempat-tempat yang memang sering menjadi sasaran orang untuk buang air kecil sembarangan seperti di termina, stasiun, taman-taman kota, hingga ke sekolah dan perkampungan.


Kegiatan konkret yang akan kami lakukan antara lain mengadakan talkshow seputar tema Pentingnya Menjaga Kesehatan serta Kebersihan Lingkungan Terutama di Masa Pandemi Covid-19 seperti ini, kami juga akan mengatur jadwal pertemuan dengan pihak terkait yang berwenang agar edukasi terhadap masyarakat semakin luas dan makin menjangkau warga hingga ke pelosok. Tak hanya itu kami juga menggandeng UMKM Lokal Bandung bekerja sama memberikan solusi agar masalah ini menjadi jauh berkurang.


Sankimo adalah UMKM Bandung yang kami pilih untuk kami ajak bekerja sama dalam campaign ini, Karena, produknya mampu menjadi solusi terbaik untuk menjawab masalah yang menjadi keresahan kita bersama. Produk Sankimo berupa Urinoir Bag (Pispot Portable) yang mudah dibawa dan menjadi emergency pee bag bagi semua orang, yang dapat digunakan beberapa kali saat orang “kebelet buang air kecil”. Tak hanya itu, urine tersebut akan berubah menjadi Gel saat dibuang dalam kantung (bag) Sankimo dan dapat digunakan sebagai pupuk organic yang baik bagi tumbuhan.


Saat ini, komunitas kami baru saja berdiri, dan masih berupaya merekrut sebanyak mungkin anggota dari berbagai kalangan masyarakat. Wadah yang akan kami gunakan sebagai tempat berkomunikasi adalah Group Facebook dan juga Whatsapp Group. Meski masih sangat baru, namun Insha Allah kami optimis ke depannya komunitas JPS ini akan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Ini bisa dibuktikan dengan antusiasme masyarakat menyambut jingle/lagu Jangan Pipis Sembarangan yang kami unggah ke akun Youtube dan bahkan hastag yang kami usung yaitu #JanganPipisSembarangan menjadi Trending Topic nomor 1 di Indonesia selama 2 jam penuh dan masuk 50 besar trending hingga kurang lebih 5 jam setelahnya.


Hal ini membuktikan bahwa masyarakat di media sosial pun memiliki keresahan yang sama dengan kami dan mendukung kampanye ini terlaksana. Harapan terbesar kami, kelak himbauan untuk tidak buang air kecil sembarangan bisa ditemui di mana saja, baik berupa lagu, video, baligo hingga rambu-rambu yang ditempatkan di lokasi yang biasa dijadikan tempat pembuangan. Kami juga ingin agar kelak seluruh warga mau makin membuka mata dan lebih peduli terhadap hal ini sehingga mau mengedukasi anggota keluarga juga lingkungan terdekatnya untuk tidak melakukannya.

Media Sosial Komunitas Jangan Pipis Sembarangan:

IG : http://instagram.com/janganpipissembarangan_
Twitter: http://twitter.com/KomunitasJPS
Fanspage: http://facebook.com/komunitasJPG
Group FB : https://www.facebook.com/groups/2483163185315015

Relawan Komunitas JPS:
Founder: Ivan Nisero | www.instagram.com/ivannisero_
Co-Founder: Lygia Pecanduhujan | www.instagram.com/nenghujan
Team: Dhenok Hastuti, Sugi Siswiyanti, AmyZet

Written by Nenghujan

Leave a Comment